• Jln. Pasir Kandang No. 4, Koto Tangah Padang

  • Contact Person +62 823-8775-9073

  • Email info@umsb.ac.id

Mahasiswa BKI FAI UM Sumbar Laksanakan Psikoedukasi dan Edukasi Bencana bagi Masyarakat

Padang, 28 Desember 2025 – Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat melaksanakan kegiatan psikoedukasi dan edukasi bencana sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam dalam bidang kemanusiaan dan pemulihan psikologis.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai langkah-langkah menghadapi bencana, mulai dari tahap pra-bencana, saat terjadi bencana, hingga pasca-bencana. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, masyarakat diberikan pemahaman tentang pengenalan risiko bencana, prosedur keselamatan, serta keterampilan dasar dalam merespons kondisi darurat secara tepat dan adaptif.

Program ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Annesa Nur Haliza, Wendrizal, Afrila Diani, Muhamad Saputra, Ihsan Hidayat Samofo, Syahjihan Hamid, Rival Maulana Chaniago, Aidi Wahyu Rafisandi, Ainun Pohan, Nurliani, Muti’ah Matullah, Nadia Mutmainah, dan Rintang Permata Bunda. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi terkait mitigasi bencana, tetapi juga memberikan psikoedukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental setelah mengalami peristiwa traumatis akibat bencana.

Berbagai metode digunakan dalam kegiatan tersebut agar materi lebih mudah dipahami oleh masyarakat, seperti diskusi interaktif, simulasi sederhana, hingga sesi berbagi pengalaman. Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan suasana yang komunikatif sehingga masyarakat dapat lebih memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi situasi darurat.

Salah seorang mahasiswa peserta kegiatan menyampaikan bahwa pengalaman terlibat langsung di tengah masyarakat memberikan pembelajaran yang sangat berharga. “Melalui kegiatan ini kami belajar bagaimana menerapkan ilmu konseling dalam situasi nyata, terutama dalam membantu masyarakat memahami pentingnya kesiapan mental dan emosional saat menghadapi bencana,” ujarnya.

Mahasiswa lainnya juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut meningkatkan kemampuan komunikasi, empati, dan kerja sama tim. “Kami tidak hanya belajar menyampaikan materi, tetapi juga memahami kondisi psikologis masyarakat setelah mengalami situasi traumatis. Hal ini menjadi pengalaman penting bagi kami sebagai calon konselor,” tuturnya.

Kegiatan psikoedukasi dan edukasi bencana ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus memperkuat ketahanan mental masyarakat pascabencana. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang konseling, pelayanan kemanusiaan, dan pengabdian sosial.

Pihak Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam memberikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Diharapkan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalankan peran profesional di masa depan, khususnya dalam bidang bimbingan, konseling, dan layanan kemanusiaan berbasis nilai-nilai Islam.

SHARE KE: